Sumber Modal Alternatif Bagi UKM

Sumber Modal Alternatif Bagi UKM – Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2014, jumlah usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia sekitar 57 juta. Dengan asumsi pertumbuhan UKM Indonesia mencapai 5% per tahun, diperkirakan pada tahun 2016 akan ada 70 juta UKM di Indonesia kemarin. Itu kabar baik. UKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Tapi tahukah kamu bahwa banyak UKM yang tutup karena kekurangan dana?

Kurangnya dana adalah masalah khas bagi sebagian besar usaha kecil. Banyak UKM yang menggunakan dana pribadi untuk menjalankan usahanya, namun seringkali mereka kehabisan uang dan perusahaan harus tutup. Sebenarnya ada beberapa cara untuk mendapatkan sumber modal atau alternatif investasi. Selanjutnya, kita akan membahas alternatif sumber pendanaan untuk UKM.

Meminjam dana di bank

Cara pertama dan terpenting adalah meminjam uang dari bank. Cara klasik mengumpulkan uang ini sudah ada sejak lama dan masih dianggap efektif oleh beberapa partai politik. Salah satu keuntungan meminjam uang dari bank adalah besarnya pinjaman yang diberikan, biasanya di atas Rp 10 juta. Namun, untuk beberapa usaha kecil, keuntungan ini bisa dilihat sebagai kelemahan karena ukuran pinjaman bank terlalu besar untuk kebutuhan mereka. Kelemahan utama lain dari pinjaman bank adalah bahwa mereka memiliki banyak persyaratan dan dianggap sulit untuk diproses.

Namun, jika kamu masih tertarik untuk meminjam uang dari bank kamu, jangan ragu untuk memeriksa produk pinjaman bank kamu. Apalagi banyak bank yang masih memiliki pinjaman modal untuk UKM. Temukan pinjaman bank dengan struktur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu.

Bagi hasil

Sistem bagi hasil ini jarang terlihat di UKM Indonesia. Apa pentingnya sistem bagi hasil itu sendiri? Bagi hasil adalah model pembiayaan alternatif di mana perusahaan didanai oleh pemberi pinjaman (yang mungkin individu atau kelompok). Pemodal dan pengusaha setuju bahwa sebagian dari pendapatan atau keuntungan perusahaan mereka akan didistribusikan kembali kepada pemodal.

Salah satu alasan sistem bagi hasil di Indonesia tidak begitu populer adalah karena dianggap tidak menguntungkan. Hal ini juga dinilai kurang menguntungkan bagi perusahaan dalam jangka panjang. Juga, jika salah satu investor pensiun, kegiatan usaha akan terganggu.

Namun, bagi hasil bisa menjadi model pembiayaan yang efektif bagi mereka yang baru mengenal bisnis ini. Tentunya usaha tersebut masih sangat kecil dan belum memenuhi persyaratan instrumen keuangan dengan persyaratan yang lebih ketat.

Menjadi reseller

Sumber pendanaan ketiga adalah menjadi reseller. Pemodal kamu adalah komoditas. Apa maksudmu? Misalnya, sepatu basket jarang dijual di daerah kamu. Di kota-kota besar, kamu bisa memesan sepatu basket dengan sistem reseller. Dengan menjadi reseller, bisnis paruh waktu dapat membantu kamu mendapatkan keuntungan dari modal kamu.

P2P Lending

Pinjaman peer-to-peer atau pinjaman P2P saat ini menjadi alternatif sumber pinjaman modal usaha untuk usaha kecil. Di Indonesia, Modalku merupakan salah satu platform P2P lending yang menawarkan pinjaman modal korporasi.

Proses pendaftaran P2P lending sebenarnya mirip dengan sistem pengajuan dana melalui bank, namun dana untuk platform P2P lending tidak dikelola oleh lembaga keuangan atau non-bank. Meskipun ini dapat dilihat sebagai model pembiayaan baru, pinjaman P2P memiliki beberapa keunggulan, terutama untuk usaha kecil. Bunga terjangkau, dan proses aplikasi online sederhana dan cepat.

Penarikan uang tidak rumit dan pembayaran kembali tidak merepotkan. Produk P2P juga secara khusus ditargetkan untuk usaha kecil, menetapkan batas pinjaman dan jatuh tempo sesuai dengan kebutuhan mereka.

Semoga informasi yang LabiosRojosFilm.com bagikan dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.